4 Pasang Telinga

Rasa-rasanya dunia ini makin ramai ya. walau ramainya hanya dalam dunia sosial media & riuh berita nasional & internasional. Dari segala berita faedah sampai unfaedah semua ada. dari yang berupa tulisan hingga video, hihi. ditambah aplikasinya makin beragam, MasyaAllah manusia memang kreatif banget.

dunia makin ramai, tak terkecuali dunia keluarga kami. terlahir dari 2 pribadi yang suka bicara ternyata melahirkan 3 generasi yang banyak bicara juga 😂. lantas kenapa?

rasanya telinga sepasang kurang banget! huhuhu… kadang saya menikmatinya, kadang saya memusingkannya. hahaha. lalu jadi ingat matkul kebisingan & getar dulu. bahwa ada batas desibel tertentu yang dimiliki manusia. harus dicek besaran & frekuensinya. karena kalau sudah kelewat batas, bisa mempengaruhi banyak hal. bisa jadi saat semua orang di rumah mengeluarkan suara berbarengan, suaranya mencapai batas ambang tertinggi. karenanya mudah sekali saya pusing menghadapinya.

hihi beginilah dukanya menjadi ibu dengan anak3 yang talkative. ditambah suami yang suka bicara juga menjadi kolaborasi seru tersendiri. saya jadi paham, menjadi pendengar ternyata susah-susah gampang ya. si pembicara tak mau diganggu dengan hal lain. si pembicara ingin pendengar fokus & menanggapi sesuai keinginannya. dan gak selamanya pendengar bisa selalu tune in. haha…

tapi sukanya banyak kok gaes. alhamdulillah Allah turunkan kemampuan & percaya diri kepada anak-anak saya. hal yang mungkin tak mudah dimiliki anak2 lain. saya juga belajar menjadi pendiam di rumah. wkwkwk… percayalah, saya di rumah sangat pendiam. bagaimana tidak? saya punya anak3 yang cerewet & suami yang suka bicara. secara otomatis, kesukaan bicara saya menjadi kebutuhan akhir. yang penting saya mendengarkan mereka. dan kesukaan bicara saya dikeluarkan seperlunya saja.

satu lagi yang saya syukuri. banyak konflik terjadi karena ketidaklancaran komunikasi. alhamdulillah saya bahagia karena di rumah kami, minim sekali terjadi miskomunikasi. segala masalah rumah tangga, saya & suami bicarakan dengan baik. baik dengan lisan atau whatsapp 😁😅. saya juga membiasakan berkomunikasi dengan anak3 dalam segala aktivitas. dengan harapan mereka bisa belajar mengenali emosi diri saat marah atau kesal atau saat konflik dengan saudara. juga belajar mengemukakan pendapat pribadi bila tidak sepakat terhadap suatu hal atau saat ada yabg mengganjal dalam hatinya.

hey terus kumaha klo semuanya lagi pengen ngomong? haha nahhh ini dia! tips dari ibu Dydy adalah : bergilir. ga ada solusi lain selain meminta mereka bergiliran bercerita & berbicara. mohon maap anak3 & paksu, telinga ibu hanya sepasang, jadi tolong satu-satu yaaa. sukses? ya enggak lah. hahaha.. perlu lebih banyak permintaan untuk saling memahami satu sama lain, dan untuk mau menahan diri untuk tidak bicara & harus bergantian. perlu banyak latihan memang. perlu banyak memberi pengertian, terutama ke anak3 yang masih kecil2.

terakhir, seorang ustadz pernah bertanya pada jamaahnya. mengapa telinga ada 2 sementara mulut ada 1? beliau menjelaskan karena Allah SWT memberikan kita pesan untuk lebih banyak mendengar daripada bicara. istilah dalam peribahasa yaitu diam itu emas, bisa diartikan untuk berbicara seperlunya, berbicara sepantasnya, berbicara sebaik-baiknya. setelah mendengar penjelasan ustadz ini, saya tersadar bahwa hikmah ini begitu mendalam bagi saya. karena merasa selama ini belum banyak belajar menjadi pendengar yang baik. belum belajar menahan diri untuk tidak mudah komentar atas apa yang orang lain bicarakan. belum terlatih fokus selama menjadi pendengar. semoga Allah SWT mudahkan saya menjadi pendengar yang baik, terutama untuk suami & anak3 yang saya sayangi.

One thought on “4 Pasang Telinga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s