Jadi Ibu Harus Sibuk

jujur aja ya menjadi ibu jaman now susah-susah gampang. mungkin ibu jaman dulu cukup menahan diri untuk ga bertemu kerabat yg hobi nyinyir udah cukup. tapi sekarang harus nahan diri ga bertemu secara offline dan online, wkwk. supaya apaaa, supaya tetap waras!

waktu anak pertama, saya merasakan betul tingkat insekyuritas saya tinggi banget. dari sejak hamil takut jadi gendut banget (padahal awalnya udah gendut). takut jerawatan, takut stretchmark, takut bayinya kurang berat, takut ga bisa lahiran normal, takut ga bisa jadi ibu yg baik, takut jadi jelek setelah melahirkan. ketakutan2 yang lebih banyak karena faktor, klo ketemu orang, takut dibilang demikian. hehehe setakut itu emang.

karena pengalamannya pertama kali jadinya setakut itu. dari lubuk hati sudah insekyur krn melihat kemampuan diri, di sisi lain insekyur sama kata orang. wkwk kesian amat yak jadi ibu. padahal semua yg sudah paham selalu memotivasi untuk menjadi ibu yg bahagia karena berdampak besar pada janin & juga anak setelah lahir nanti. teorinya paham, pelaksanaannya syulit banget ternyata.

sampai lah pada waktu & pengalaman yg saya lalui sejauh ini sehingga saya mampu lebih percaya diri. peran suami punya andil besar. saat suami memutuskan untuk lahiran tetap di tmpt tinggal kami bukan di rumah orangtua, inilah saat paling realistis menghalau itu semua.

karena sedikit banyak kepercayaan diri sebagai ibu muncul saat kita merawat bayi langsung tanpa bantuan siapapun. meskipun banyak cacat sana sini, suami juga memaklumi, yang terpenting rumah tetap nyaman ditinggali. memiliki bayi jelas repotnya, jadi jangan tambah repot dengan banyak menuntut.

dari sini jelaslah sudah, jadilah ibu yang sibuk. sibuk dengan perannya masing2. kesibukan mengantarkan pada optimalisasi waktu. waktu untuk nyinyir ga akan ada, udah penuh untuk pemenuhan kewajiban. waktu buat komenin orang2 juga ga ada. waktu melihat kekurangan orang lain, gosip ga jelas juga ga ada. jadi bersibuk2lah.

inget anak2 yg masih butuh ibu yg positif melihat segala hal. inget pada suami yg merindukan obrolan berkualitas dengan istrinya. inget pada diri yang sudah cukup lelah dengan segala masalah rumah & diri. inget pada psikologis kita yang haus akan relaksasi bukan kompetisi.

hiduplah untuk keluarga bukan orang lain. berlelah lelahlah mengoptimalkan potensi, melejitkan minat bakat anak2, menjadi supporter terbaik suami. niscaya kesibukan ini akan menjauhkan kita dari melakukan hal2 yang tidak berguna.

jadi untuk kamu, ibu yang sibuk. kamu hebat! semoga Allah SWT turunkan banyak pahala kebaikan pada ibu yang fokus pada peran & tanggungjawabnya. ❤️

*menulis dalam rangka memenuhi tantangan tema pekan ini di #1minggu1cerita #sibuk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: