Catatan Kelas Reproduksi Wanita – part 1

Pada intinya jadikan suami kita sebagai PKS yaitu Partner, Kekasih, dan Sahabat. 3 peran untuk suami tercinta. (Teh Fufu, 2020)

Alhamdulillah beberapa bulan lalu dapat kesempatan belajar bersama Teh Fufu selama sebulan lebih. banyak banget hikmah dan ilmu yang dibagi teh fufu di kelas ini. Total kelas ada 12 dengan 6 kelas pertama membahas tentang anatomi fisiologi reproduksi manusia dengan situasi & kondisi yang menyertainya. penyakit & gangguan terkait organ tersebut. 6 kelas selanjutnya kami dipisah menjadi kelas untuk singlelillah & istri.

kenapa ikut kelas ini Buu? hehe. namanya juga manusia banyak lupa, banyak bosen, perlu direfresh & diupgrade lagi ilmunya tentang organ khususnya sendiri. Dan karena ada materi khusus tentang bagaimana menjaga hubungan baik antara suami & istri. Kan udah punya 3 anak? kan hubungan kami baik-baik aja.. Alhamdulillah so far so good tapi kita masih pengen hidup lebih langgeng & tetap penuh cinta kasih. Jadi saat ada yang menawarkan kelas ini, suami langsung memerintahkan untuk segera ambil kuotanya.

selama kelas berlangsung, jujur saya tidak full menyimak dengan fokus. kelas berlangsung malam hari bada Isya, waktu bonding time saya dengan keluarga. beberapa kali anak3 mencari perhatian jadi saya gak fokua mendengarkan. hmmmm… alhamdulillah kecanggihan teknologi jaman now bisa kapan2 menonton ulang tiap kelas di waktu senggang peserta.

banyak perempuan justru kurang peduli tentang alat reproduksinya. sejauh informasi yang orangtua berikan aja sudah merasa cukup. padahal organ perempuan ini sangat unik & harus bisa dirawat dengan baik demi kelangsungan hidup perempuannya itu sendiri. nah di kelas ini, teh fufu juga memberitahu tentang tips & trik merawat dengan baik alat reproduksi & organ terkait lainnya.

teh fufu adalah aktivis parenting yang sudah banyak mengeluarkan buku sendiri atau bersama suaminya. buku-buku beliau fokus pada parenting & pernikahan. MasyaAllah selama kelas, teh fufu sering memberikan insight & pesan tentang pernikahan, terutama bagaimana istri bersikap kepada suami.

sampai pada suatu kelas, yang saya lupa sedang membahas apa. teh fufu menyatakan kalimat di awal paragraf. bagi saya ini menjadi quotes paling saya ingat. semua istri mungkin memahami dengan benar kewajibannya mentaati suami. mungkin sudah tahu juga tentang pasangan adalah pakaian bagi pasangannya. tapi tidak semua paham bagaimana implementasinya.

mentaati suami mungkin terkesan otoriter sekali ya tapi sebenarnya dibalik kata taat, ada pesan tersembunyi yang Allah ingin sampaikan kepada para pasangan. bahwa suami ketika mengucapkan ijab qabul secara otomatis menjadi tambah beban hidupnya. surga neraka istri & anak2nya ada di tangannya sebagai pemimpin keluarga. dengan tanggung jawab yang begitu besar, Allah berikan tugas yang sederhana kepada istri : taat.

taat seperti apa? taat kepada apa yang suami inginkan selama sesuai syariat. menjadi istri belum selesai bila hanya memuaskan kebutuhan biologis saja, tapi ada kebutuhan psikologis yang juga wajib istri penuhi. duh teori banget ya… karenanya saat teh fufu mengucapkan kalimat : jadikan suami kita sebagai partner, Kekasih & sahabat,, ini relate banget sama impian & harapan saya ketika dulu saya citakan ada pada diri suami saya.

bahwa saya ingin menjadi supporter utama dalam tiap impian2nya. bahwa saya menjadi partner dalam tugas2 pekerjaanny. bahwa saya menjadi partner dalam sekolah keluarganya. bahwa saya menjadi satu2nya perempuan yang ia kasihi bagai kekasih yang tak terlupakan (haha). bahwa saya juga menjadi orang yang ia utamakan berbagi cerita dari tiap cerita hidupnya. yaaaa…. itu impian saya. suami dengan beratnya beban menanggung surga & neraka keluarga kami tentu tidak mudah dijalani. ia butuh partner yang selalu siap kapanpun ditugaskan & sempurna kerjanya. ia butuh kekasih yang mengasihi & menyentuh hatinya. ia juga butuh teman berbagi suka & duka, juga menjadi kritik atas tiap keputusan2 hidupnya juga mampu memberikan saran bermanfaat untuk kelanjutan ikhtiar menuju impiannya.

yang kadang saya gak sadari adalah bahwa istri tidak boleh lupa bahwa suami sudah punya kewajiban mencari nafkah. karenanya istri harus mampu mensupport suami dengan segala kemampuannya dengan harapan suami bisa merasa aman, bahagia, dilindungi, disayang & tenang selama menjalani kewajibannya. MasyaAllah yaaa, teh fufu punya padanan kata yang pas banget menggambarkan cara taat yang sebenarnya.

alhamdulillah diingatkan kembali untuk terus menemani suami dalam menjalani aktivitas kesehariannya yang tidak mudah. kemudian tidak lupa bersyukur karena memiliki suami yang sampai saat ini selalu bertanggungjawab, sayang & penuh support untuk segala aktivitas saya. semoga Allah SWT meridhoi usaha-usaha para istri untuk terus mengejar surga dengan mentaati suami.

*lanjut dipost selanjutnya ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s