PLQM Everywhere Episode Perdana

Video ini adalah episode perdana dalam kategori PLQM Everywhere. Episode perdana berisi murotal irama Hijaz untuk Surat Ath Thoriq. Lokasi pengambilan gambar adalah di rumah kami, Arcamanik, Bandung. Irama Hijaz dipelajari di Rumah PLQM Bandung dalam 4 pertemuan.

TENTANG PLQM

Pada 2015 Kristriyono (pakar irama Alquran) bersama Fajar Koya (marketer dan blogger) berkolaborasi mendirikan PLQM (Pembelajaran Langgam Irama Alquran Mingguan). PLQM dipusatkan di Bandung namun lebih banyak kegiatan melalui dunia maya.

PLQM (Pembelajaran Langgam Quran Mingguan) pada awalnya adalah sebuah reality show dalam bentuk web series (sinetron online) yang berisi tayangan saat Ustadz Kris mengajar kelas maqomat / irama Alquran.Video PLQM dikemas dalam konsep pembelajaran yang santai dan dilengkapi rumus yang mudah. Setelah viral di Youtube, Tim merilis program dan produk yang ditujukan untuk mempercepat dan memperluas penyebaran ilmu maqomat ke seluruh dunia. Flashdisk PLQM Season 1-resized 20%

Program PLQM selanjutnya diproyeksikan menjadi panduan di rumah, majelis ta’lim, dan forum lainnya. Dalam hal ini dipilihlah flashdisk sebagai media yang tepat. Kini ribuan kopi flashdisk PLQM sudah tersebar ke seluruh tanah air dan berbagai negara. Rumah PLQM adalah versi offline dari Pembelajaran Langgam Alquran Mingguan. Ustadzkris dan Tim PLQM berinteraksi dengan para peserta secara langsung dalam kegiatan belajar – mengajar irama Alquran.Rumah PLQM Hijaz-tumbnail

Rumah PLQM perdana hadir di Bandung. Setelah merilis Flashdisk PLQM dan Rumah PLQM, kami terus meluncurkan program – program dalam menyebarkan ilmu irama Alquran. Program – program baru tersebut di antaranya Akademi PLQM, PLQM Kilat, PLQM Everywhere, dan program lainnya.

Advertisements

Fawwaz berkunjung ke Bandung Pilot Academy

Tanggal 14 Agustus 2017 kemarin, fawwaz berkesempatan belajar banyak hal tentang pesawat di Bandung Pilot Academy. Bagaimana caranya? Fawwaz memang belum sekolah, tapi kebetulan ibunya tergabung di grup mamahs Bandung yang rutin melaksanakan playdate sebulan sekali dengan lokasi dan kegiatan yang berbeda-beda. Pada bulan Agustus ini, playdate ke 15 mamahs Bandung berlokasi di Bandung Pilot Academy dengan kegiatan belajar tentang Pilot dan Pesawat. Alhamdulillah ibu gerak cepat untuk daftar karena trauma bulan-bulan sebelumnya ketinggalan daftar jadi tidak bisa ikutan.

DSC02837

Kegiatan dijadwalkan mulai pukul 09.00 langsung di Bandung Pilot Academy. Karena lokasi rumah kami agak jauh dari sana, kami berangkat jam 8 (seharusnya) lewat 15 menit. Senin pagi jalanan agak padat karena waktunya pas dengan keberangkatan para pegawai kantor. Alhamdulillah kami tidak terlambat. Dalam playdate kali ini, peserta diminta membayar 100k. biaya ini sudah termasuk kaos motif pakaian pilot, mainan kardus berbentuk pesawat, passport kecil untuk anak dan patungan mamahs untuk piagam yang nantinya akan diberikan ke Bandung Pilot Academy. Acara dimulai dengan pendaftaran peserta, lalu dilanjutkan dengan presentasi dari Bandung Pilot Academy tentang syarat menjadi pilot dan pramugari. Juga dijelaskan tentang tata tertib selama berkunjung. Anak-anak diminta tidak ribut dan tidak lari-larian. Ini agak mengkhawatirkan mengingat para peserta usianya 3 – 7 tahun, tapi Alhamdulillah enggak ribut-ribut banget.

DSC02849

Presentasi selesai, peserta dibagi menjadi 2 kelompok, satu kelompok akan dibawa ke flight simulator dan satunya tetap di tempat dan akan dipandu untuk membuat pesawat dari kardus. Fawwaz dapat giliran awal ke flight simulator. Di ruang flight simulator, anak-anak diajak untuk duduk di kursi dan latihan menerbangkan pesawat. Jumlah simulator dalam ruangan hanya ada 2 jadi anak-anak diminta untuk antri dan bergantian menggunakannya. Anak-anak dipandu dengan 2 orang perwakilan dari Bandung Pilot Academy. Satu per satu diajak menerbangkan pesawat, memegang setir kemudi pesawat dan melihat pemandangan yang pilot lihat ketika menerbangkan pesawat. Jujur saja, ini kali pertama ibu melihat flight simulator, begitu banyak tombol pada panel tersebut. Selain itu simulator ini juga seperti mobil, ada pedal gas di bawahnya. Fawwaz dapat giliran awal karena tertib mengantri (Alhamdulillah yaa, masih amaze mungkin anaknya jadi enggak banyak tingkah). Fawwaz dipandu oleh ibu Ester untuk belajar menerbangkan pesawat. Karena mengantri, anak-anak tidak berlama-lama di simulator, fawwaz pun. Fawwaz malahan gagal terus menerbangkan pesawat. Setelah terbang, langsung jatoh pesawatnya, hihi. Setelah dari ruang simulator, anak-anak boleh kembali ke tempat kumpul dan lanjut membuat pesawat dari kardus.

DSC02866

Saat pendaftaran, anak dibekali dengan beberapa potongan kardus berpola dengan tali rafia. Potongan kardus ini terdiri dari bagian badan pesawat, sayap, ekor pesawat, dan baling-baling. Anak dan orangtua kemudian bekerjasama menyelesaikan pesawat kardus ini. Nantinya pesawat kardus ini bisa digunakan anak untuk berpura-pura menjadi pilot dengan pesawat di badan. Fawwaz antusias sekali, ingin cepat memakai pesawatnya. Dengan dibantu solatip kertas, pesawat kardus Fawwaz pun jadi. Langsung dipakai dan dibuat main deh. Sambil menunggu teman-teman yang gantian di flight simulator, anak-anak memainka pesawat kardusnya. Fawwaz sempat hilang nih, karena begitu senangnya punya pesawat kardus, dia berlari-lari keluar. Alhamdulillah Fawwaz mainnya gak jauh-jauh.

Acara selanjutnya, kami dibawa ke museum pesawat di Bandung Pilot Academy. Sebelum sampai, anak-anak dan orangtua foto bareng dulu yuk. Seperti biasa, Fawwaz kabur! Dia memang tidak terlalu suka sesi difoto, hehe. Lalu bagaimana hasil fotonya? Bisa dilihat ya hasil fotonya, Fawwaz didudukkan di depan supaya gak bisa kabur. Lalu kami masuk ke museum. Apa isinya? Isinya pesawat yang sudah tidak dipakai lagi dengan 1 helikopter. Di sini sepertinya ada keterangan yang bisa dibaca terkait pesawat tapi karena rempong, ibu tidak ngeh dan tidak melihatnya. Fawwaz senang sekali melihat pesawat sungguhan. Dia berlari-lari sambil menunjuk bagian pesawat dan menunjuk bagian-bagian pesawat. Fawwaz memang bicaranya banyak, itu cara dia menggambarkan imajinasinya. Saking antusiasnya, dia menolak untuk diajak foto bersama teman-teman di depan pesawat sungguhan.

Kegiatan berlanjut ke hangar pesawat. Lokasi tempatnya tidak jauh dari museum. Di sini anak-anak dan orangtua disuguhkan pemandangan yang sangat berbedadan jarang kami temui. Ada kurang lebih 8 pesawat yang sedang parker. Tipe pesawat kecil dengan model yang berbeda. Ini seperti bengkel pesawat dengan pemandangan lintasan pacu pesawat dari bandara Husein Sastranegara, keren kan. Di sini anak-anak diminta tidak lari-larian dan tidak ribut karena ada pegawai yang sedang bekerja mereparasi pesawat. Hal yang lebih menggembirakan lagi adalah anak-anak diizinkan masuk pesawat, duduk dan boleh diambil fotonya. Langsung deh kami antri. Fawwaz senang sekali, tapi dia ternyata ingin coba duduk di belakang menjadi penumpang, hehe. Karena tidak diizinkan jadi sesi fawwaz di dalam pesawat hanyalah sangat sebentar. Dia harus gentian dengan teman lainnya.

DSC02871

Sesi ini full mengagumi indahnya pemandangan lintasan pacu dan indahnya pesawat-pesawat lecil bertengger di tempatnya. Kami pun berhasil mengambil foto-foto indah di sini. Fawwaz bahagia, tahu darimana? Karena dia memeluk pesawatnya, mencium, pegang-pegang, melihat bagian pesawat lebih detail. Fawwaz tampak penasaran dan sepanjang perjalanan pulangtak berhenti mengulang peristiwa ini.

DSC02869

IMG_20170814_105952

Acara muter-muter selesai, kami dibawa kembali ke tempat semula. Acara kemudian ditutup dengan pembagian doorprize. Alhamdulillah, ibu kecipratan dapat jilbab dari salah satu dagangan peserta. Pembagian doorprize selesai, maka selesailah rangkaian kegiatan playdate ke 15 mamahs Bandung ini. Anak-anak senang, orangtua senang. Semoga mamahs Bandung selalu mengadakan acara bermanfaat seperti ini ya. Aamiin… sampai jumpa di review kegiatan Fawwaz lainnya.

DSC02878

Review Amatir Sebulan Memakai Camera Mirrorless Sony A6500 Indonesia

Sony A6500 kami gunakan secara amatir karena memang masih asal jepret dan belum sempat mendalami ilmu fotografi. Dalam sebulan ini kamera mirrorless Sony A6500 ini telah digunakan untuk berbagai keperluan pengambilan foto dan video antara lain: foto dan video produk, foto portrait dan landscape, video Rumah PLQM Ustadzkris, video Fawwaz review mainan, foto dan video liputan acara 70 Tahun Ilmu Kimia Indonesia di ITB, foto dan video liputan jalan – jalan ke Bandung Pilot Academy, dan lain – lain.

Kamera yang digunakan adalah Sony A6500 dilengkapi lensa Zeiss 16-70 mm. Berikut ini adalah beberapa foto yang kami hasilkan. Sekali lagi semuanya adalah foto amatir ya, kebanyakan dengan settingan auto (A) dan program (P). Foto – foto tidak diedit sama sekali (kecuali resizing)

FOTO PRODUK

DSC02915

 

FOTO LANDSCAPE

DSC02887

FOTO WAJAH & MODEL

DSC02486

 

ACARA 70 TAHUN KIMIA INDONESIA

DSC02704

 

ACARA PLAYDATE DI BANDUNG PILOT ACADEMY

 

Adapun video yang dihasilkan antara lain sebagai berikut:

RUMAH PLQM USTADZKRIS

BALBALAN FUTSAL BANDUNG

PLAYDATE MAMAHS BANDUNG DI BANDUNG PILOT ACADEMY

 

Fawwaz ikut meramaikan Peringatan 70 tahun Pendidikan Tinggi Kimia di ITB

Tanggal 12 Agustus 2017, kami sekeluarga bertandang ke ITB, kampus tercintanya Ayah. Mau ngapain ya? Ibu sudah mendaftarkan Fawwaz bersama teman-teman mamahs Bandung untuk ikut dalam Lab Tour kelas PAUD dan TK. Karena keberangkatan agak telat dari Antapani dan ibu ada agenda subuh, maka kami sampai di tempat agak terlambat. Kami tidak bisa bergabung bersama teman-teman mamahs Bandung lainnya, kami bergabung dengan rombongan terakhir. Sesampainya di laboratorium yang luas itu, kami diperkenalkan dengan kakak mahasiswa yang akan demo percobaan. Ada 3 mahasiswa yang memperagakan dan menjelaskan 3 percobaan kepada kami.

Percobaan pertama diawali dengan percobaan balon. Balon ini nantinya akan membesar tanpa ditiup oleh manusia, balon akan membesar karena ada reaksi kimia yang menghasilkan gas dan mengakibatkan balon membesar. Percobaan diawali dengan perkenalan bahan. Anak-anak yang menonton diminta untuk membantu kakak mahasiwa merobek kertas aluminium foil. Fawwaz yang duduk paling depan dan di pinggir langsung antusias membantu merobek-robek. Yak, anak kecil mana yang ga tertarik dengan sobek-sobek kertas. Lalu sobekan kertas dimasukkan ke dalam botol dan dicampur dengan larutan NaOH. Dari gabungan aluminium foil dan NaOH tersebut, muncullah gas yang semakin lama semakin banyak lalu mengisi ruang dalam balon dan menyebabkan balon membesar. Anak-anak excited sekali melihatnya.

Lanjut ke percobaan kedua, gunung meletus. Kalau sering mencari ide inspiratif bermain bersama anak, mungkin sudah banyak yang tahu bagaimana percobaan ini dilakukan. Kakak mahasiswa sudah membuat gunung kecil buatan dan lalu memasukkan cairan dan bahan-bahan ke puncak gunung, dan duar…! meletuslah gunung kecilnya. Percobaan kedua ini tidak ditonton fawwaz karena anaknya sudah mulai bosan. Dia mulai lari-lari eksplorasi ruangan dan berujung kelaparan dan minta minum susu. Hehe… tapi anak-anak lain antusias lho menontonnya, mereka kaget dengan lahar buatan yang tercipta pada percobaan ini.

Percobaan ketiga adalah tulisan ajaib. Anak-anak diminta memilih beberapa lembar kertas putih polos yang sudah disiapkan. Fawwaz karena paling kecil, dibantu oleh kakak mahasiswa untuk memilih. Setelah itu, satu per satu anak-anak diminta ke depan untuk menyemprotkan cairan ke kertas tersebut. Anak yang beruntung akan mendapatkan tulisan permen dan akan mendapatkan permen sungguhan. Sayangnya fawwaz kurang beruntung karena kertasnya hanya berupa gambar saja. Tapi entah bagaimana ceritanya, fawwaz mendatangi ibu sambil meminta dibukakan permen yang masih dibungkus. Wahhh ini mah kakak mahasiswanya yang baik, makasih kak… Seperti percobaan kedua, percobaan ketiga ini anak-anak yang menonton sudah agak riweuh. Mereka maju ke depan penasaran ingin menonton lebih dekat. Sedangkan fawwaz karena paling kecil ga kedapatan deh. Bahkan dia sempat digendong kakak mahasiswa untuk menonton percobaan. Sesi ini berakhir, anak-anak diberikan goodie bag yang berisikan pensil warna dan snack. Kami lalu lanjut ke bazaar mini yang diramaikan oleh para kakak mahasiswa dengan percobaan-percobaan menarik lainnya.

Di mini bazaar ini, peserta yang datang sangat beragam. Karena ini adalah ajang perkenalan pendidikan kimia, jadi panitia membuka kesempatan kepada berbagai usia untuk bisa tahu dan mendalami seperti apa pendidikan kimia tersebut. Kami pun mencari stan yang sepi untuk dilihat-lihat. Kami melihat percobaan monster pasir. Percobaan ini melibatkan pasir, glukosa, baking soda dan api. 4 komponen itu nantinya akan menciptakan sebuah bentuk berwarna hitam yang agak mengerikan. Kata si ayah wujudnya seperti poop (ups!). lalu lanjut ke percobaan pasta gigi gajah. Namanya agak aneh ya.. makanya ibu penasaran pengen lihat. Ternyata ini adalah percobaan yang menghasilkan busa sangat banyak. Karena menggunakan gelas kimia yang besar dan panjang, jadilah seperti pasta gigi dan karena banyak dan besar-besar jadilah namanya pasta gigi gajah. Menarik!Fawwaz bagaimana reaksinya? Di bazaar dia sibuk membuka goodie bagnya, karena menemukan minuman jus kemasan dan permen lollipop, jadilah dia sibuk menghabiskannya. Dia juga lari-lari keliling tempat karena sudah bosan. Sudah pukul 10.00, saatnya meninggalkan tempat karena ayahnya harus berangkat futsal. Kami pun meninggalkan tempat tanpa sempat melihat stan-stan lainnya. Overall, untuk anak-anak seusia SD, acara ini menyenangkan dan memperluas wawasan sekali. Semoga tahun-tahun berikutnya, kimia ITB bisa mengadakan acara serupa yang lebih menarik dan bermanfaat.

Celoteh Fawwaz Fatihul Khoir

(Pasang mimik bingung, kesel, dan minta tolong)

Ayahnya : mau dibuatin pesawat terbang ya? Oke siap…

*cerita dari ayahnya, ibunya ga merhatiin.

Ayahnya kaget kok fawwaz tetiba pengen bikin pesawat dr kertas, pdhl dulu pernah main tp udah lamaa bgd. Lalu akhirnya mereka berdua keluar rumah, asik main pesawat kertas sambil siram2 tanaman.

Emaknya seneng ayah dan anak akur 😸

The end

Foto ini diambil saat fawwaz sedang dibiasakan (belajar) mengaji setelah sholat maghrib. Alhamdulillah lagi nurut diajarin ayahnya tp gaya belajarnya suka2 dia aja

19 September 2016

Sejak pintar bicara walau belom jelas spelling dan pronunciation nya apalagi grammarnya,,, Fawwaz sudah byk bicara hal2 yg oot di kepala ayah-ibunya.

Ada yg bikin bingung, bikin pusing, bikin ketawa, bikin senyum2, dan bikin shocked.

Yang jelas, dia di dalam tahap peniru ulung. Saat diomongin apa, kita kira dia ga fokus dengar, eh ternyata berhasil copy paste dg sempurna ala bahasanya sendiri. Puji syukur, alhamdulillah… Allah sayang Fawwaz bgd, krn sudah diberikan kemampuan bicara yg luar biasa sekarang.
Nah, saya mau berbagi #celotehfawwaz yg bikin saya ketawa terpingkal2. Waktu itu sore hari, ayahnya iseng tanya ke fawwaz

A : fawwaz, motor gede biru itu siapa yg beliin?

F : mbah,,, mbah ci (mbah uci, adiknya mbah putri solo yg tinggal di Bandung)

A : klo mobil2an itu siapa yg beliin?

F : ayah

A : wahh ayah sering beliin mobil2an yaa, klo ibu ga pernah ya beli mobil2an. Ibu beliin apa fawwaz? (Ngelirik istrinya sambil senyum menyeringai, dikira udah menang, xixi)

F : hhmmmm

(Ayah-ibu menyimak super fokus, ibu sgt penasaran fawwaz bakal apa)

F : buku

A&I : hahahahahahhahaha… Ibunya ngakak, kok bisa2nya dia blg buku yaaa. Mgkn krn emg ibunya lbh seneng beli buku drpd beli mainan, tpi beli buku ga sering juga. Hihi. Fawwaz bener2 pengamat sejati. Jadi maaf ayah, anda belom menang. Fawwaz msy inget ibunya pernah beliin buku. Yey!
Tunggu #celotehfawwaz episode selanjutnya yaaa

 

20 September 2016

​Suatu sore ibu meminta tolong fawwaz utk membangunkan ayah.

I : fawwaz, tolong bangunin ayah,,, blg ke ayah, sholat ashar dulu keburu sore. Ayo fawwaz cepet..! F : (berlari ke tmpt ayah tidur, lalu goyang2in badan ayahnya sambil teriak). Ayo ayaaah bangun bangun. Sholat maghrib!

Hahaha… Ayahnya ttp aja msh males bangun, pdhl ibu dan fawwaz udah tertawa bersama. Fawwaz memang sudah dikenalkan ttg sholat, tp dia taunya cuma sholat maghrib. Klo denger adzan jg blgnya ayo sholat Maghrib, pdhl blom tentu waktu sholat maghrib.
Sekian #celotehfawwaz episode kali ini

 

07 Oktober 2016

​Kalau suatu saat ketemu fawwaz yg sedang belajar bicara ini, jangan kaget ya krn kata2 yg keluar byk yg jauh dari kata aslinya. Berikut saya coba berikan beberapa kata yg jauh berbeda dan sgt sering diucapkan.
Ayu oyat = tahu bulat #kekinian

Bapo ikah = bapao berkah (tukang bapao yg slalu lewat rumah)

Ikum = assalamualaikum

Ayam = waalaikumsalam

Ikan = (suka rancu antara) ikan/bukan

Yo yo yo = lho lho lho

Oyou abar = Allahu Akbar

Iyah = (Alhamdu)lillah

Ika = buka

Yuyu = susu

Anum = minum

Abi = mobil

Tutut = kereta api

Ibat = empat

Uyuh = sepuluh

Wiu wiu = (suara) mobil polisi

Pido = spidol

Tik tik tik = (bunyi) hujan
Hehe, ada yg mirip ada yg jauh. Kadang ayahibunya mikir dulu sebelum paham dia ngomong apa. Yg lucu klo lg dibacain quran dia ga mw ngikutin, malah bilang Aamiin Aamiin, dst… Dikira lg dibacain doa mgkn yaaa.. Smg fawwaz makin jago ngomongnya, jd makin ekspresif dan lbh tepat klo dia lg mw apa2 tanpa berujung nangis. Semangat belajar fawwaz!
#celotehfawwaz

23 Oktober 2016

​Episode hujan deras
Suatu hari hujan deras sekali. Ibu iseng bertanya

I : wah fawwaz suara apa itu di luar berisik bgd?

F : suara pesawat

I : ha? Masa suara pesawat? Bukannya suara hujan?

F : bukan ibuu. Tuh pesawat tu disana (nunjuk keluar jendela)

Kemudian ibu mulai mikir, apa iya beneran ada pesawat lewat? Wkwkwk
Episode cacing lucu
Suatu sore saat mandi. Ada cacing kecil kurus mungil di kamar mandi. Ibu lalu kstau fawwaz itu ada cacing gerak2. Dadah cacing. Mksdnya biar ga takut gituu… Lalu apa reaksi fawwaz?

F : hihihi lucu

I : apa yg lucu fawwaz?

F : cacingna lucu. Gerak2

I : hhaha kamu emg ngerti lucu itu apaaa
Episode BANGBANG
Alhamdulillah rejeki anak soleh, fawwaz ikut ibu ngaji eh dikasih hadiah boneka maskot olimpiade telkom berwarna merah dan putih, bentuknya kaya robot. Ukurannya pelukable bwt fawwaz. Dan dia sukaaaaaa bgd. Diajak main mobil2an, diajak bobo bersama, berasa punya temen baru. Ayah lalu memberi nama Bambang kepadanya (wkwkwk, sori ibu ketawa ngakak krn nama ini ga lazim dikasih ke boneka. Ibu cuma khawatir ntar klo lg dibawa kemana2 dipanggil2 bambang, eh pak bambang nengok. Kan berabe. Ehh ayahnya blg. Biarin ajaa, di sini ga ada yg namanya pak bambang. Klo pak asep banyak. Wkwk. Anggap aja alasan logis yaaaa). Fawwaz ternyata cepet mengingat bgd. Sekali dibilang bambang, dia lgsng blg BangBang! Pdhl ibu pengen ralat, namanya robot aja yuk. Ehh dia protes maksa klo namanya BangBang.
Suatu sore di dalam mobil,, fawwaz udah ngantuk tp mwnya bobo di pangkuan ibu. Sementara ibu ga bs krn lg nyupir. Ayah udah mati gaya ngajak fawwaz main. Lalu ibu punya usul. Yuk nyanyi aja yuuk. Mw nyanyi apa? Bintang kecil? Balonku? Apa tutut? Lalu apa reaksi fawwaz?

F : gaaak bu. Gaaaak. Nyanyi BangBang!!!

Ayah dan ibu : hahahahahaha, mana ada lagu bangbang

F : yuk nyanyi bangbang ibuuuuu

Lalu suara dlm mobil dipenuhi oleh lagu2 karangan ayah dan ibu bertema bangbang yg sangat amat maksa sekali. Hahahahaha
#celotehfawwaz

 

20 Januari 2017

​#celotehfawwaz
Episode Nyanyi

Fawwaz sesuai tugas perkembangannya memang lagi suka nyanyi. Tpi jangan berpikir akan ada nadanya seperti anak2 yg lebih besar ya. Dia klo nyanyi lebih seperti baca puisi. Ditambah spelling yg masih semau dia jadi makin bukan seperti sebuah lagu. Hwheehehe

Lagu yang sering dipopulerkannya adalah : tik tik tik bunyi hujan, burung kakaktua, naik kereta api dan balonku.

Dasar anak kelewat kreatif, dia hobi ganti2 syair. Hahaha. Yg paling sering diganti ya lagu burung kakak tua.

Di lirik “nenek sudah tua, giginya tinggal dua”, fawwaz selalu mengubahnya menjadi “nenek sudah #$&%@ (ga jelas bgd apa maksudnya), giginya tinggal empatt”

Klo dibenerin pasti protes, “tingal empat ibuuuuk”. Wkwk
Klo di lagu balonku dia slalu ga mau diajarin bilang kelabu, tapi maunya “abu-abu”.

Klo lagu hujan, sama lagu kereta api suka tumpang tindih. Pernah dia nyanyi begini : ” tut tut tut bunyi hujan di atas genting (lalu lanjut lagu hujan)” wkwk
Episode Cerita Mobil

Fawwaz hobinya main mobil2an dan memang saya ngajarinnya klo main harus ada ceritanya jangan sekedar main aja. Supaya lebih kreatif aja gtu. Dan sekarang dia selalu punya cerita, cerita yg sama dg mobil2an berbeda. Setiap main dan cerita, ibu/ayahnya harus dengerin dan nyimak (maksa ngd deh pokoknya).

Fawwaz : motornya lagi dicuci (narik tangan ibunya), ibuuuu motornya lagi dicuciiii

Ibunya manggut2 aja. Dilarang nanggepin sekedarnya. Harus excited juga. Karena dia bakal tarik tangan ibunya terus

Fawwaz : wah bannya kempes, naik mobil derek (sepahaman fawwaz mobil derek spt bengkel, apapun kerusakan mobilnya, solusinya ya mobil derek). Ibuuu mobilnya bannya kempes!

Ibunya : waah iya ya, terus gimana donk?

fawwaz : naik mobil derek/naik truk pengangkut mobil
Ceritanya gtu2 ajaaa. Setiap main mobil dua kasus itu aja yg jadi cerita. Lumayan kan buat anak 2 tahun. Hahaha

Episode Toilet Training

Guys, percayalah kesabaran orangtua dlm menjalani toilet training memang sgt diuji. Fawwaz sebenarnya sudah mulai TT sejak 20 bulan. Tp on off gtu krn suka ikut ayah ibunya keluar rumah. Tp smg bulan2 ini sukses ya.

Fawwaz masih tahap bilang pipis klo sedang pipis, bukan pas kebelet mw pipis. Beberapa kali diajak ke km mandi tp nolak dan berakhir ngompol. Yg lucu dia seneng laporan ke ayahnya klo dia ngompol. Wkwkwk

Suatu hari dia ngompol di kasur.

Ayahnya : fawwaz tadi ngompol ya?

Fawwaz : iyaa, ngpompol di kasur, ayaaaahhh (pasang muka seneng, sambil lari2 pula)

Ayah ibu geleng2 kepala ajah dah
Suatu hari yg lain dia ngompol di atas sendal ayahnya pas lg di depan pintu rumah

Fawwaz : fawwaz ngompol di sendal ayah (sambil pasang muka seneng, tanpa bersalah pdhl lg dibersihin kotorannya sm ayahnya)

Wkwkwk…  Kelakuannn

Sebutlah Ia Resolusi

Bagi saya pribadi momen pergantian tahun bukan hal yang besar. Kenapa ya, mungkin karena umur kali ya, jadi ga terlalu excited seperti saat remaja dulu. Sekarang udah tua dan harus lebih banyak mikirin baik buruknya merayakan sesuatu.

Nah, mumpung masih anget tahun barunya, saya mau ikutan orang2 ah membuat resolusi, wishlist, harapan, keinginan, dll. Saya coba share di sini biar ga lupa dan tercecer lagi.

Resolusi saya tahun ini ga muluk2, cuma mau : MENULIS. Cieh gaya bener. Saya kabarin dulu yak menulis apa sebelum geger, wkwk. Tahun2 lalu saya lost banyak hal karena lupa menuliskannya. Tentang masa2 awal pernikahan, masalah dan kebahagiaan yg dihadapi, lalu cerita perjuangan memiliki anak lalu melahirkan dan menghadapi gtm tiada akhir. Terus perjuangan menjadi pengusaha online sbg mata pencahariaan utama. Lalu kisah seru menjadi warga Bandung. Dan banyak bgd yang lupa ditulis dan diceritakan di sini. Dalihnya mah sibuk, ga sempet nulis padahal mah emang banyak malesnya, hiks.

Saya mengawali tahun ini dengan berkomitmen dengan pak suami tentang menulis pemasukan dan pengeluaran rumah tangga. Karena hal ini cukup sensitif dan urgent utk diabaikan. Selama ini tidak tercatat sempurna, padahal mungkin banyak hal boros yg bisa dihindari. Saya juga mengajak suami untuk mencatat barang yang terjual setial harinya. Jangan sampai lost lagi perihal kemalasan mencatat. Jadi bisa terukur, barang mana yg most wanted dan capaiannya terwujudnya strategi penjualan untuk barang2 lainnya. Hehehe..

Setelah menulis catatan keuangan, saya juga beresolusi ingin menulis jadwal harian. Karena saya dan suami bukan pekerja kantor, selama ini agak sembarangan mengatur jadwal. Dan sudah pasti berdampak pada banyak hal. Akhirnya saya coba membuat jadwal harian, mingguan dan bulanan. Tak terkecuali untuk fawwaz. Fawwaz akan punya jadwal harian untuk melatih motoriknya, dan supaya dia ga merasa terabaikan dg orangtuanya yang suka sok sibuk ini, he. Jadwal ini juga dimaksudkan supaya kegiatan2 ibadah dan menuntut ilmu tetap terjaga. Ini juga sbg persiapan untuk banyak kegiatan baru di tahun ini yang akan kami lakukan. Semoga Allah meridhoi segala aktivitas kami.
So, semoga resolusi menulis ini akan berimbas sangat baik untuk kehidupan kami selanjutnya dan kehidupan blog ini. Hihi.. Saya sbg penulis mohon maaf banyak lalainya. Mari mulai menulis, Bismillahirrahmanirrahim….